Halalkah Mengenakan Baju Seseorang yang Telah Dikuburkan

By | February 17, 2017

Busana merupakan hal yang tidak bisa dijauhkan dari kehidupan makhluk sosial. Sandangan adalah keperluan pokok di samping papan lan pangan. Busana yang bagus dan apik akan merefleksikan kepribadian kamu yang berakhlak pula. Akan tetapi, penampilan yang lusuh akan memberi citra yang tercela bagi yang melihatnya.

Oleh karena itu, wajar bila faktanya baju sudah menjadi hal yang utama dan sulit dilepaskan dari gaya hidup .Sesuaii peribahasa Jawa yang mengatakan “Ajining Ati Soko Lathi, Ajining Rogo soko Busono”.

Apabila di-translate ke bahasa Indonesia, peribaha di atas menyampaikan “Cerminan hati bisa diamati dari cara berbicaranya. Cerminan kelakuannya dilihat dari cara ia berbusana”.

Lantas apa yang terjadi apabila busana yang kita gunakan merupakan busana bekas sesorang yang telah dikuburkan?

Apa hukumnya kita menggunakan busana orang yang sudah dikuburkan? Baca penejalasannya di bawah ini.

Kaidah Mengenakan Busana Seseorang yang Sudah Meninggal

Pada dasanya menggunakan pakaian orang yang sudah wafat hukumnya diperbolehkan. Tidak ada yang mengharamkan untuk menggunakan baju yang telah dikuburkan. Apalagi bila pakaian itu didermakan pada kaum fakir miskin.

Apabila beberapa busana itu disedekahkan ke yang belum mampu justru akan meningkatkan ganjaran bagi keluarga yang sudah bersedia membagikannya. Meskipun tidak bersedia dibagikan ke kaum fakir miskin, keluarga yang ditinggal pergi pun bisa mengenakan pakaian-pakaian tersebut.

Beberapa pakaian tersebut tidak ada salahnya dikenakan daripada mubadzir ditempatkan di dalam almari dan akan usang bila tidak pernah dikenakan. Menyia-nyiakan barang justru haram hukumnya.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Isro’ ayat 27 yang berisi “Innalmubadzirrina kaanuu ihwana as syayathiin, wa kaana asyaithoni lirobbihi kufuron”

Makna dari ayat di atas adalah :

Sesunggunhnya mubadzir adalah saudara-saudaranya setan. Dan sesungguhnya setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.

Nah, masihkah kita menjadi salah satu hamba-Nya yang ingkar?

Mendermakan Kepada Orang Lain

Mewakafkan busana dari seseorang yang sudah meninggal tidak haram hukumnya asalkan dipakai dengan baik. Lalu menjadi tidak halal bila beberapa pakaian itu mengandung unsur sutra.

Bahan baku yang mengandung kain sutra dilarang hukumnya digunakan bagi kaum adam. Hal tersebut sudah tertera dalam al-Qur’an dan hadits. Menjadi haram pula bila tidak ada kerelaan dan rasa ikhlas dari anggota keluarga yang diwarisi.

Terkadang terdapat beberapa keluarga yang tidak mau mengikhlaskan beberapa busan orang yang meninggal karena itu masih menyimpan kenangan. Barang-barang yang memberikan kenangan tertentu bagi yang ditinggalkan.

Masih sayang jika pakaian itu diwakafkan pada orang lain yang lokasinya lumayan jauh dari posisi ia berada. Jika pihak keluarga masih tidak untuk berkenan dan merelakan maka kita tidak diperbolehkan mengharapkan pakaian-pakaian dari orang yang telah meninggalkan. Keikhlasan yaitu sebuah hal yang paling diutamakan dalam setiap sendi-sendi kehidupan.

Sesuap nasi yang diberikan dengan tidak hati yang lurus saja bisa menjadikan kita kesulitan menyusuri jalan ke sirratal mustaqimnya. Terlebih jika itu adalah selembar kain? Atau satu buah sandangan?

Sejatinya, poin yang bisa diringkas dari artikel ini adalah hukum mengenakan baju atau pakaian seseorang yang wafat meninggal yaituh mubah atau boleh. Tak ada ayat Al-Qur’an maupun hadits yang mengisahkan tidak halal hukumnya mengenakan pakaian seseorang yang sudah wafat.

Akan tetapi yang menjadi catatan penting dalam hal ini yaitu terdapat rasa ikhlas dan belas kasih dari keluarga tatkala berniat memberikan pakaian tersebut pada yang kurang mampu. Wallahu a’lam bisshowab.

Leave a Reply