Indonesia dapat Mencontoh Penggunaan Sistem E-voting dari Estonia

By | April 27, 2019

Negara Estonia memang jarang untuk diberitakan, tetapi hal yang mencuri perhatian bagi masyarakat Indonesia adalah pada pemilihan parlemen dari negara kecil tersebut yakni pada Maret 2019 yang telah menerapkan sistem e-voting dalam pemungutan suara. Hal yang menarik dari sistem tersebut adalah yang berpartisipasi sudah separuh penduduknya.

Pemilihan parlemen di negara Estonia sendiri 44 persennya pemilih memberikan suara secara daring. Sistem tersebut dapat diakses secara luas oleh segala kelompok umur. Sebanyak 25 persen suara elektronik diberikan kepada orang yang berusia di atas 55 tahun, sementara 20 persen diberikan pada orang yang berusia 45 hingga 54 tahun.

Penggunan Sitem E-voting yang Baik di Indonesia

Penggunaan sistem e-voting ini haruslah dilaksanakan secara baik seperti halnya yang telah diterapkan di negara Estonia. Sistem ini dapat dijalankan dengan baik untuk pemungutan suara  bila terdapat koneksi internet yang cepat dan juga stabil.

Maka dari itu, saat ini di Indonesia telah hadir provider SMARTFREN yang dapat membantu kelancaran dari Pemilu e-voting tersebut. Hal ini dikarenakan terdapat produk #Super4Gkuota yang memiliki kecepatan yang tinggi, sehingga Anda dapat menyuarakan suara Pemilu tersebut melalui #KuotakanSuaramu.

Itulah harapan dari masyarakat Indonesia untuk menggunakan sistem pemungutan suara e-voting pada saat Pemilu presiden hingga legislatif. Penerapan tersebut diharapkan akan membuat kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu menjadi sangat minim, juga dari kesalahan perhitungan yang tidak akan terjadi lagi.

 

Leave a Reply